Personel BP2MHP Semarang sdr Mulyono, STP mendapatkan kepercayaan sebagai nara sumber In House Training Pemahaman Standard Terbaru ISO/IEC 17025 : 2017 dan Strategi Uggrading Dokumennya di Laboratorium Pengujian CITO Semarang diikuti oleh seluruh personelnya. Kegiatan ini diawali dengan pre test dan penyampaian harapan peserta dalam mengikuti pelatihan …… https://bit.ly/2Pdcti4 








=================================================



“Perlukah Laboratorium Melakukan Pengukuran Kepuasan Pelanggan?
Laboratorium kerap kali mendapatkan keluhan dan kritikan dari konsumen mengenai produk atau jasa yang ditawarkan. Mungkin masih cukup banyak dari Laboratorium yang belum memperhatikan hal tersebut, sehingga konsumen merasa tidak mendapatkan perhatian atas keluhan dan kritikannya.

Biasanya Laboratorium yang tidak mengindahkan keluhan dari konsumen merupakan Laboratorium yang konvensional ataupun Laboratorium yang memiliki pimpinan yang kurang visioner. Karena pada dasarnya keluhan dan kritikan dari konsumen memiliki arti bahwa konsumen tersebut merupakan konsumen loyal yang mengungkapkan kecewanya dengan pelayanan dari Laboratorium. konsumen loyal adalah konsumen yang penting untuk dipertahankan oleh perusahaan, karena mereka memiliki kemungkinan yang besar untuk kembali menggunakan jasa atau produk dari Laboratorium.

Keluhan yang kemudian ditanggapi oleh Laboratorium dapat menjadi jalan untuk mencapai keberhasilan Laboratorium dalam mengelola konsumen loyal. Karena hal tersebut, secara langsung angka kepuasan konsumen atau pelanggan akan mengingkat, meskipun sebelumnya mereka memiliki keluhan dan kritikan untuk Laboratorium.  selengkapnya klik disini

=========================================================


ISO 9001 merupakan standard international yang mengatur tentang sistem manajemen mutu (Quality Management System). Adapun tulisan 2015 menunjukkan tahun revisi, maka ISO 9001:2015 adalah sistem manajemen mutu ISO 9001 hasil revisi tahun 2015. ISO 9000 berisi 20 elemen yang melingkupi keseluruhan proses desain, pembangunan, produksi, instalasi, dan jasa/ pelayanan.

Penerapan ISO 9001 dapat bermanfaat bagi instansi pemerintahan. Peningkatan prosedur kerja institusi yang membuat pekerjaan para pegawai menjadi lebih baik, membantu organisasi untuk mengembangkan operasi instansi berdasarkan sistem paperless, sistem operasi yang dikembangkan fleksibel dan dapat menampung masukan pegawai, dan mampu membuat objek studi kasus menjalankan “tugas dan fungsinya” dengan lebih baik.

Tahun 2018, BP2MHP Semarang mendapatkan pendampingan sertifikasi ISO 9001 : 2015 dari Biro Organisasi & Kepegawaian Setda Prov Jateng. Sebelum melaksanakan proses implementasi ISO 9001 : 2015 terdapat beberapa tahapan. Berikut ini adalah tahapan yang digunakan dalam implementasi ISO 9001 : 2015 yaitu :

1. Menilai Gap Analysis yang Ada dalam BP2MHP Semarang Produksi
Tahapan yang pertama dalam penerapan ISO 9001 : 2015 di BP2MHP Semarang ini adalah analisis proses dan prosedur yang berjalan dalam suatu organisasi. Konsultan akan menentukan seberapa besar gap atau perbedaan antara proses operasi BP2MHP Semarang dengan persyaratan dasar dalam penerapan ISO 9001 : 2015.

2. Melakukan Pelatihan dan Persiapan Implementasi ISO 9001 : 2015
Tahapan kedua ini dilakukan oleh seorang konsultan yang mengajarkan bagaimana cara memberikan pemahaman yang jelas pada karyawan tentang persyaratan serta prosedur ISO 9001 : 2015

3. Mengupayakan Pengembangan Sistem dan Dokumentasi BP2MHP Semarang
Konsutan ISO 9001 : 2015 mulai melakukan pembenahan pada BP2MHP Semarang terkait manual mutu, prosedur yang wajib, instruksi kerja, sampai dengan form – form yang harus dibuat.

4. Impelementasi Sistem dan Dokumen BP2MHP Semarang sesuai Persyaratan ISO 9001 : 2015
Pada tahapan yang keempat, BP2MHP Semarang mulai harus melakukan implementasi persyarakat ISO 9001 : 2015 dengan pengaturan sistem manajemen mutu yang sesuai. Ketidaksesuaian syarat yang dilakukan oleh BP2MHP Semarang ini akan berpengaruh terhadap penilaian audit yang dilakukan oleh BP2MHP Semarang.

5. Proses Audit Internal dan Tinjauan Manajemen ISO 9001 : 2015
Konsultan akan melakukan pemantauan ulang pada BP2MHP Semarang yang menerapkan persyaratan ISO 9001 : 2015. Penilaian ini sebelumnya juga diimbangi dengan pelatihan BP2MHP Semarang oleh konsultan ISO 9001 : 2015 tentang cara melakukan audit internal dan tinjauan manajemen.

6. Sertifikasi pada BP2MHP Semarang

Setelah penilaian yang dilakukan oleh konsultan terlampaui secara seluruhnya, maka BP2MHP Semarang yang dinilai memenuhi kriteria kelayakan serta kesesuaian dengan sistem ISO 9001 : 2015 akan langsung mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2015 yang diberikan oleh Badan Sertifikasi yang diakui. Tahapan penerapan ISO 9001 : 2015 yang terakhir ini dinyatakan sebagai penentuan label kelayakan BP2MHP Semarang untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2015.




















========================================================

Untuk menyosialisasikan ISO/IEC 17025:2017, laboratorium  pengujian menyelenggarakan In House Training untuk memberikan pemahaman kepada personel mutu Laboratorium tentang persyaratan kompetensi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2017 dengan tujuan seluruh personel Memahami persyaratan kompetensi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2017, Memahami Interpretasi Sistem Manajemen Laboratorium ISO/IEC 17025:2017, Memahami prinsip dokumentasi mutu laboratorium, Mampu menyusun upgrading  dokumen sistem mutu berdasar ISO/IEC 17025:2017 meliputi Panduan Mutu, Prosedur, Instruksi Kerja dan Formulir untuk Laboratorium, Memahami prinsip audit internal dan pelaksanaannya, Mampu melaksanakan audit internal bagi laboratorium penguji menurut ISO/IEC 17025:2017.

In House Training Pemahaman ISO/IEC 17025:2017 dilaksanakan di ruang rapat BP2MHP Semarang pada tanggal 10, 17 dan 24 April 2018 dengan pemateri Mulyono, STP selaku manajer mutu










============================================================

Dengan telah diterbitkannya ISO/IEC 17025 : 2017 yang menggantikan ISO/IEC 17025:2005, Asia Pacific Laboratory Accreditation Cooperation (APLAC) dan International Laboratory Accreditation Cooperation (ILAC) mempersyaratkan bahwa semua laboratorium yang diakreditasi harus telah mengacu kepada ISO/IEC 17025:2017 tersebut selambat-lambatnya 29 November 2020. Berkaitan dengan hal tersebut, Komite Akreditasi Nasional (KAN) menetapkan dan memberlakukan ISO/IEC 17025:2017 sebagai persyaratan akreditasi laboratorium oleh KAN.

Untuk memahami perubahan tersebut, BP2MHP Semarang menugaskan 2 personelnya Dewi Yuliawati, SP, MSi (Manajet Teknis) dan Mulyono, STP (Manajer Mutu) mengikuti Training Understanding & Developing  ISO/IEC  17025:2017. Kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu – Kamis, tanggal 7 – 8 Maret 2017 bertempat di Hotel Ibis Slipi Jakarta Jl.Letjen S Parman Kav No. 59 Jakarta Barat dengan Narasumber dari Expert ISO 17025 Dr. Agus Nurhadi, DEA

Training ini sangat diperlukan dikarenakan adalah Ruang lingkupISO/IEC 17025:2017 telah direvisi untuk mencakup pengujian dan sampling yang terkait dengan kalibrasi dan pengujian berikutnya, Pendekatan proses sekarang sesuai dengan standar yang lebih baru seperti ISO 9001 (manajemen mutu), ISO 15189 (kualitas laboratorium medis) dan ISO / IEC 17021-1 (persyaratan untuk badan audit dan sertifikasi), Standar sekarang memiliki fokus yang lebih kuat pada teknologi informasi dan menggabungkan penggunaan sistem komputer, catatan elektronik dan produksi hasil dan laporan elektronik, Sebuah bab baru memperkenalkan konsep pemikiran berbasis risiko, Ada fleksibilitas yang lebih besar daripada di edisi sebelumnya dalam persyaratan proses, prosedur, informasi terdokumentasi dan tanggung jawab organisasi, Definisi baru “laboratorium” telah ditambahkan

Setelah pelaksanaan training, perlu ditindaklajuti dalam pelaksanaan sistem manajemen mutu laboratorium yaitu : BP2MHP Semarang diwajibkan melakukan review sistem manajemennya untuk menyesuaikan dengan persyaratan ISO/IEC 17025: 2017, BP2MHP Semarang belum menerapkan SNI ISO 9001: 2015 (sertfikasi), sehingga klausul 8 Persyaratan Sistem Manajemen harus dipenuhi, Dalam melakukan penyesuaian dengan ISO/IEC 17025: 2017, telah melakukan pengisian Formulir Pernyataan Kesesuaian dan Laporan Asesmen ISO/IEC 17025: 2017 Laboratorium Pengujian yang berisi proses kerja di laboratorium terkait dengan setiap persyaratan ISO/IEC 17025: 2017. Dan telah dikirimkan kepada Komite Akreditasi Nasional pada tanggal 10 Februari 2018, Pelaksanaan survailen ISO/IEC 17025 diperkirakan awal 2019 sehingga sudah menggunakan klausul ISO/IEC 17025:2017, Setiap personel sistem mutu ISO/IEC 17025 BP2MHP Semarang wajib memahami persyaratan kompetensi laboratorium berdasarkan ISO/IEC 17025:2017 sehingga perlu sosialisasi klausul ISO/IEC 17025 kepada semua personel







==========================================================





Pelayanan menjadi yang diutamakan keluarga besar Balai Pengujian dan Penerapan Mutu Hasil Perikanan (BP2MHP). Berkat pelayanannya, maka BP2MHP Semarang ditetapkan sebagai Juara 2 Penerima Penghargaan Citra Bhakti Kinerja Pelayanan Publik Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017 oleh Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 15 Agustus 2017.

Menurut Kepala BP2MHP Semarang, Ir. Sri Astuti, M.Si bahwa prestasi ini diraih dengan tidak mudah. Proses penilaian cukup banyak dari tim penilai dari Biro Organisasi & Kepegawaian Provinsi Jawa Tengah dan ada beberapa indikator yang menjadi penilaian prestasi ini.

Semua penilaian ini harus ada buktinya, sehingga apa yang kita lakukan di sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik harus didukung dengan bukti nyata dan ini yang membuat kita meraih prestasi ini, ucap Ir. Sri Astuti, M.Si.


Pelayanan prima ini diakui Kepala BP2MHP dilakukan pihaknya sudah sejak lama, sebagai laboratorium yang telah menerapkan sistem manajemen mutu, maka BP2MHP Semarang harus senantiasa mengikuti perkembangan Standar Internasional, BP2MHP Semarang telah menerapkan standar sistem manajemen laboratorium SNI ISO/IEC 17025:2008 dan mendapat sertifikat akreditasi dengan nomor LP-103-IDN dari Komite Akreditasi Nasional sebagai Laboratorium Penguji. BP2MHP Semarang juga mendapatkan Sertifikat Akreditasi sebagai lembaga Sertifikasi Produk Hasil Perikanan (LSPro) SNI ISO/IEC 17065:2012 dengan nomer akreditasi No. LSPro-057-IDN.

======================================================

Udang segar sebagai bahan baku cukup penting, dan hanya udang segar terbaik yang dapat diolah. Mengingat udang merupakan komoditas yang mudah atau cepat busuk, maka tuntutan terhadap standar mutu dan keamanan produk udang cukup kuat. Untuk produk udang olahan (lainnya), persyaratan mutunya mencakup bahan mentah dan produk akhir.



Terkait hal tersebut di atas, perlu ditentukan batasan mutu udang segar dari sisi organoleptik dengan melakukan pengamatan secara sensori. Karena hingga saat ini hanya data sensori yang merupakan model paling baik dalam memprediksi seberapa jauh konsumen menyukai dan menggunakan produk pangan dalam kondisi sebenarnya. Hingga saat ini belum ada alat yang dapat menggantikan atau meniru indera manusia secara keseluruhan dalam menghasilkan respon sensori yang diinginkan.

Pengukuran secara sensori merupakan pengukuran subyektif dari setiap panelis berdasarkan ketajaman indera dasar dan kemampuan menggambarkan persepsi analis tanpa efek subjektif.  Sehingga kemampuan panelis perlu dikembangkan untuk meningkatkan sensitivitas agar dapat memberikan penilaian secara tepat dan konsisten. Untuk meningkatkan kepercayaan “customer” dan mendukung tugas dan fungsi laboratorium organoleptik BP2MHP Semarang, BP2MHP Semarang melaksanakan pembentukan panelis standar pengujian organoleptik udang segar.
















Kegiatan Pembentukan Panelis Standar Pengujian Organoleptik Udang Segar ini merupakan kegiatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan profesionalisme SDM khususnya di bidang pengujian organoleptik. Sasaran dari Pelatihan ini adalah staf BP2MHP Semarang yang tergabung dalam  seksi Pengujian, seksi Penerapan dan subbagian Tata Usaha.

Pelatihan telah dilaksanakan di Laboratorium Organoleptik BP2MHP Semarang pada hari kamis s/d jumat tanggal 30 dan 31 Maret 2017, diikuti oleh 15 orang peserta, dengan komposisi peserta dari seksi pengujian, seksi penerapan dan subbagian tata usaha. Narasumber / pembicara pada kegiatan Pelatihan ini yaitu Rini Rosita, S.St.Pi dari Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) Jakarta.

























Denah Lokasi BP2MHP Semarang